EXIT "Jangan Lupa Klik Like/Suka ya..!!! Biar Selalu Mendapatkan Info Terbaru"
Design by : Pendidikan & Teknologi
Google Analystic
VISIT ACEH 2018 - WELCOME TO MY VILLAGE "ALUE CAPLI"

Kamis, 14 Juni 2012

Kisah Unik Kampong ini



Penduduk Gampöng Alue Capli mayoritasnya berprofesi sebagai petani sawah dan tambak, kegiatan para penduduk Gampöng Alue Capli disibukkan dengan kegiatan bertambak secara rutin, sedangkan turun ke sawah hanya 6 bulan sekali atau setahun 2 kali, oleh sebab itu penduduk disini jarang atau tidak ada sama sekali yang melakukan kegiatan Officer/Perkantoran. Hanya perangkat-perangkat desa saja yang aktif di pemerintahan (Geuchik, Sekdes, Tuha Peut, Tuha Lapan), tingkat pendidikan sekolah yang kurang diminati oleh para orang tua, kebanyakan anak-anak Gampöng Alue Capli di serahkan Dayah-dayah atau Pesantren-pesantren terkemuka di muka bumi Nanggroe endatu (AtJeh), kalau endatu kami bilang “pu buet jak sikula, enteuk jeut keu kaféé”, tapi pada jaman yang serba modern seperti sekarang ini banyak para pelajar tingkat SMP, SMA banyak yang melanjutkan pendidikan Dayah/Pesantren dan pendidikan duniawi ke jenjang bangku kuliahan. Sejak meninggalnya Ustadz kami “Tgk. Sulaiman Putéh”, penduduk Gampöng Alue Capli bagaikan hilang jati diri, kehidupan masyarakat yang serba monoton, kepergian Tgk. Sulaiman Putéh membuat masyarakat Gampöng Alue Capli kehilangan sesepuh yang sangat berwibawa, Alm. Tgk. Sulaiman Putéh merupakan pimpinan Dayah “Darul Wasi’ah yang berada di tengah-tengah Gampöng Alue Capli. Saya selaku pribadi merupakan murid/santri beliau yang belajar/mengaji sejak tahun 1987 s/d 2000. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT. Aamiin…

Masih Tentang Monas Jakarta


Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam , salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.

Orang-Orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Teuku Markamlah saudagar yang dimaksud itu.
Itu baru segelintir karya Teuku Markam untuk kepentingan negeri ini. Karya lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga menempatkan Markam dalam sebuah legenda.

Di zaman Orba, karyanya yang terbilang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku Markam yang didanai oleh Bank Dunia. Sampai sekarang pun, jalan-jalan itu tetap awet. Teuku Markam pernah memiliki sejumlah kapal, dok kapal di Jakarta, Makassar, Medan, Palembang. Ia pun tercatat sebagai eksportir pertama mobil Toyota Hardtop dari Jepang. Usaha lain adalah mengimpor plat baja, besi beton sampai senjata untuk militer.

MONUMEN Nasional (Monas)



Salah satu ikon Jakarta, dan mungkin Indonesia. Salah satu yang bisa dilihat adalah bangunannya yang tinggi, dan puncaknya berupa emas seberat 38 kg. Emas ini ternyata merupakan sumbangan Teuku Markam, salah seorang saudagar Aceh, yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia.

Namanya memang kurang familiar. Orang hanya tahu, si penyumbang emas itu saudagar Aceh. Padahal, yang dimaksud adalah Teuku Markam. Saudagar ini pula yang membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Ia pula yang memiliki sejumlah kapal, dok kapal di Jakarta, Makassar, Medan, Palembang. Ia tercatat sebagai eksportir pertama mobil Toyota Hardtop dari Jepang. Usaha lain adalah mengimpor pelat baja, besi beton sampai senjata untuk militer.

Teuku Markam adalah turunan uleebalang. Lahir tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban. Kampungnya Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Sejak kecil ia sudah menjadi yatim piatu. Ketika usia 9 tahun, ayahnya meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal.

 
Design by Pendidikan dan Teknologi | Design by Aneuk Alue Capli | Dan Aneuk Kota Langsa